Berawal di chat dan berakhir di chat pula. Mungkin itu julukan yang tepat untuk kita. Tidak, tidak! itu dulu sekarang bukan kita melainkan hanya aku dan kamu.
Kamu yang dulu begitu sangat mengagumi ku juga mencintai ku, sekarang entah bagaimana alasanmu entah apa masalahmu entah bagaimana perasaan mu padaku, sekarang kamu mulai berubah menjadi sosok yang tak pernah ku kenal lagi.
Aku ingat dulu kamu sangat perhatian padaku, kamu pencemburu, kamu begitu sayang padaku, hingga hal konyolpun kamu tanyakan seperti; "apakah kamu sudah makan? Banyak atau tidak?" Tapi hal konyol itu membuat aku rindu padamu. Rindu untuk bermain bersamamu, rindu mendengar suaramu, rindu semua yang ada pada dirimu.
Hari itu saat aku di tugaskan untuk membuat suatu lukisan dan aku harus membeli semua peralatan yang harus digunakan seperti kanvas, kuas dan cat. Kamu bersedia mengantarkan aku untuk membeli semua peralatan itu, saat dijalan aku hanya diam dan diam tapi, setibanya disana kamu memegang tanganku dengan malu. Dan semua hal indah yang kita lakukan adalah hal yang terindah yang pernah aku dapatkan.
Pernah aku berfikir untuk memanfaatkan mu tapi tak pernah aku lakukan. Karna pada saat itu aku mulai mencintaimu tapi terkadang tidak, aku hanya tak yakin padamu aku hanya takut luka yang dulu akan semakin dalam saat kau menyakiti aku. Tapi sekarang aku yang tersakiti, kini aku yang mencintaimu tapi kamu malah membenciku. Cinta ku mungkin terlambat bagimu tapi jika kamu memberiku kesempatan aku tak akan melepaskan kesempatan itu.
Disaat itulah aku merasa bahwa telah salah menilai mu, bahwa aku telah salah dengan perasaanku, bahwa aku sangat salah dalam perasaan ini. Ada hal yang membuat aku terlambat dalam hal ini, terlambat untuk mencintaimu, terlambat memberitahukan bahwa aku benar-benar mencintaimu. Ya, aku trauma pada cintaku yang dulu. Begitu sakitnya aku sampai aku tak melihat cinta di mata dan hatimu.
Maaf dulu aku begitu tak peduli padamu. Maaf karna dulu aku tak menggubris mu. Maaf telah menyakiti hatimu. Maaf telah melukai perasaanmu. Maaf untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan kepadamu.
Maafkan aku kesatria ku, karna aku terlambat mengartikan cintamu.
-Dari gedemu untuk bodagku ❤
Kamu yang dulu begitu sangat mengagumi ku juga mencintai ku, sekarang entah bagaimana alasanmu entah apa masalahmu entah bagaimana perasaan mu padaku, sekarang kamu mulai berubah menjadi sosok yang tak pernah ku kenal lagi.
Aku ingat dulu kamu sangat perhatian padaku, kamu pencemburu, kamu begitu sayang padaku, hingga hal konyolpun kamu tanyakan seperti; "apakah kamu sudah makan? Banyak atau tidak?" Tapi hal konyol itu membuat aku rindu padamu. Rindu untuk bermain bersamamu, rindu mendengar suaramu, rindu semua yang ada pada dirimu.
Hari itu saat aku di tugaskan untuk membuat suatu lukisan dan aku harus membeli semua peralatan yang harus digunakan seperti kanvas, kuas dan cat. Kamu bersedia mengantarkan aku untuk membeli semua peralatan itu, saat dijalan aku hanya diam dan diam tapi, setibanya disana kamu memegang tanganku dengan malu. Dan semua hal indah yang kita lakukan adalah hal yang terindah yang pernah aku dapatkan.
Pernah aku berfikir untuk memanfaatkan mu tapi tak pernah aku lakukan. Karna pada saat itu aku mulai mencintaimu tapi terkadang tidak, aku hanya tak yakin padamu aku hanya takut luka yang dulu akan semakin dalam saat kau menyakiti aku. Tapi sekarang aku yang tersakiti, kini aku yang mencintaimu tapi kamu malah membenciku. Cinta ku mungkin terlambat bagimu tapi jika kamu memberiku kesempatan aku tak akan melepaskan kesempatan itu.
Disaat itulah aku merasa bahwa telah salah menilai mu, bahwa aku telah salah dengan perasaanku, bahwa aku sangat salah dalam perasaan ini. Ada hal yang membuat aku terlambat dalam hal ini, terlambat untuk mencintaimu, terlambat memberitahukan bahwa aku benar-benar mencintaimu. Ya, aku trauma pada cintaku yang dulu. Begitu sakitnya aku sampai aku tak melihat cinta di mata dan hatimu.
Maaf dulu aku begitu tak peduli padamu. Maaf karna dulu aku tak menggubris mu. Maaf telah menyakiti hatimu. Maaf telah melukai perasaanmu. Maaf untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan kepadamu.
Maafkan aku kesatria ku, karna aku terlambat mengartikan cintamu.
-Dari gedemu untuk bodagku ❤
masih kurang
BalasHapus